Program Gubernur Kalteng Majukan Pendidikan di Daerah
Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran berupaya untuk mempriritaskan pendidikan di daerahnya. Sejak menajbat pada 20 Februari 2025, sejumlah program ini strategis diluncurkan.
Baca Juga: Qua Vadis Pendidikan Pancasila
1. Program Kuliah Gratis
Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pemprov Kalteng melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus berupaya mendukung kalangan pendidikan tinggi. Adapun program yang digagas yaitu 10.000 Kuliah gratis.
Awalnya, program ini hanya diterapkan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Namun, seiring waktu, 33 pergruan tinggi lainnya turut bergabung demi mewujudkan cita-cita besar Gubernur, yakni satu keluarga satu sarjana.
2. Program Sekolah dan Seragam Gratis
Sebanyak 34.270 siswa dari SMK, SMA, dan SKH di Kalteng telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada tahun ini Rinciannya. SMA Negeri 20.179 siswa, dan SMA Swasta: 3.005 siswa, dengan total SMA 23.184 siswa.
“Seragam putih abu-abu, pramuka, dan sepatu yang tidak dibagikan ke siswa baru dari kelauarga mampu akan dialihkan ke siswa kelas 11 dan 12 yang juga berasal dari keluarga tidak mampu jadi tidak adil itu bukan berarti semua harus harus sama.
3. TPP Guru Kembali Dibayarkan
Setelah sempat terhenti pada 2022, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) guru resmi dibayar kembali. Adapun rinciannya yaitu PPPK Guru Non sertifikasi Rp 750.000.
“Alhamdulillah, akhirnya pembayaran TPP bagi guru Bersertifikasi SMA/SMK/SKH akhirnya bisa kita wujudkan ini bentuk perhatian dan kecintaan bapak gubernur kepada dunia pendidikan.
4. Digitalisasi Pembelajaran
Reza mengungkapkan pihaknya menyalurkan ribuan TV interaktif dan papan tulis digital serta panel surya dan starlink untuk SMA, SMK, dan SKH termasuk ke sekolah swasta dan yayasan, serta perguruan tinggi.
“Kami terus berbenah, mendengar aspirasi dan bekerja agar pendidikan di Kalteng benar-benar merata dan berkualitas,”tegas Reza.
5. Pelatihan Guru Huma Betang
Program ini digelar sepanjang tahun untuk meningkatkan kompetensi guru MA SMK dan SMA LB. Materinya mencakup teknik mengajar yang menarik menjaga kesehatan mental siswa, memahami rapor pendidikan, hingga pelatihan khusus bagi guru SKH dalam mengahadpi siswa berkebutuhan khusus.
6. Rapor Pendidiikan Naik Kategori
Rapor Pendidikan 2025 yang diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat peningkatan pada Provinsi Kalteng Sebelumnya Kalteng berada di kategori rintangan tuntas muda ke.
Peningkatan signifikan terjadi di kemampuan literasi dan rumenaerasi di semua jenjang bahkan sekolah khusus mencatat lonjakan lierasi dari 35,47 ke 70 dan numerasi dari 58,6 ke 85.
7. Kelas Digital Huma Betang
Program terakhir yang digagas adalah kelas Digital Huma Betang. Program ini membangun ekosistem digiital terpadu yang menghubungkan guru, siswa, dan sekolah dalam satu platfrom pembelajran modern.
Dijelaskan Reza, sistem akan menghadirkan dua pola pembelajran, yakni sinkrobus (tatap muka daring sepertli video conference) dan asinkronus (fleksibel dan dapat diakses kapan saja).
Transformasi ini juga memperkuat program Pak Agustiar Mengajar yang menggabungkan konsep pembelajaran jarak jauh dengan sentuhan langsung pemimpin daerah.